Smansatren Tanamkan Karakter Kebhinekaan melalui Gerakan Bersama PPK dan Festival Seni Nusantara
Kamis, 16 Januari 2025 15:48
(Kebumen, 16/1/2025) – Smansatren adakan sosialisasi kolaboratif dengan projek penguatan pelajar pancasila yang tertuang dalam kegiatan Gerakan Bersama Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Festival Seni Nusantara. Sosialisasi dan festival tersebut digelar selama dua hari yakni hari Selasa, 14 Januari 2025 – Rabu, 15 Januari 2025. Kemeriahan semangat bersorak-sorai terdengar jelas di area pendopo dan lapangan basket SMA Negeri 1 Buluspesantren.
Trisni Atmawati, S.Si., M.Si selaku Kepala SMA Negeri 1 Buluspesantren, hadir memberikan sambutan dan apresiasi sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Trisni Atmawati memberikan pesan, “Siswa-siswi Smansatren yang Ibu banggakan, kalian dapat belajar dan mengahargai kekayaan budaya bangsa melalui P5 ini untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan mengapresiasi keragaman budaya sejalan dengan gerakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah kita”. Tamu undangan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah Rektor Universitas Muhamadiyah Gombong yaitu Dr. Herniyatun, Bapak dan Ibu komite SMA Negeri 1 Buluspesantren, Wali siswa kelas XII, Bapak, Ibu guru, serta adik-adik SMP Negeri 1 Buluspesantren, SMP Negeri 2 Buluspesantren, SMP Negeri 1 Ambal, SMP PGRI Buluspesantren, MTs Buluspesantren, dan MTs Al-Mansyuriyah.
Kegiatan sosialisasi gerakan bersama pencegahan dan penanganan kekerasan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencegah dan menangani segala macam bentuk kekerasan di satuan pendidikan. Di samping itu, festival seni nusantara merupakan puncak P5 Kelas XII tahun ajaran 2024/ 2025 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika. Dua kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan bahwa dalam rangka mencegah dan menangani kekerasan maka semua harus dapat memaknai arti keberagaman yang terbalut dalam bhinneka tunggal ika.
Perlunya perlindungan bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan warga satuan pendidikan lainnya mendorong Smansatren untuk mengadakan gerakan bersama pencegahan dan penanganan kekerasan. Andri Purnomo, S.Pd selaku ketua satgas pencegahan dan penanganan kekerasan, mengimbau agar semua elemen di lingkungan sekolah dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman demi keharmonisan civitas sekolah.
Adapun festival seni nusantara yang digelar sebagai puncak P5 tema Bhinneka Tunggal Ika juga merupakan penilaian pagelaran mata pelajaran Seni Budaya kelas XII. Festival seni ini bertajuk “Nusantara dalam Karya, Menyatukan Keberagaman dalam Kebersamaan”. Puncak aksi nyata P5 ini bertujuan untuk memperkuat karakter dan nilai-nilai Pancasila dalam diri siswa melalui kegiatan yang relevan dan kontekstual dengan budaya setempat seperti tarian ebleg dan gamelan. Melalui festival nusantara ini diharapkan dapat memberikan apresiasi keberagaman budaya yang berbeda-beda.
Selain kegiatan sosialisasi dan festival seni, sepanjang koridor kelas XII dan sisi utara aula terdapat stand-stand kewirausahaan dari siswa kelas X dan XI yang sedang menjalankan gelar karya P5 Kewirausahaan. Banyak produk olahan makanan dan minuman yang melokal, unik, dan kekinian ditawarkan sebagai ajang pemasaran produk olahan P5 Kewirausahaan. Gelar karya kewirausahaan kelas X dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Januari 2025, sedangkan gelar karya kewirausahaan kelas XI dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Januari 2025.
Kegiatan sosialisasi dan festival ini ditutup oleh Ambar Retno, S.Si., M.Pd selaku Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Buluspesantren. Pada penutupan itu, Ambar Retno menyampaikan apresiasi kepada siswa-siswi Kelas X, XI, dan XII yang telah sukses melaksanakan rangkaian kegiatan yang dilalui. Semoga dengan adanya rangkaian kegiatan gerakan bersama pencegahan dan penanganan kekerasan serta festival seni nusantara ini mampu menumbuhkan rasa menghargai dan mengapresiasi keberagaman yang ada di lingkungan sekolah. Smansatren, Maju Berkarakter! (Tim Redaksi)



