PROSESI SUNGKEMAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER WARNAI APEL PELEPASAN SISWA KELAS XII SMANSATREN
Selasa, 06 Mei 2025 08:11
(Kebumen, 5/5/2025) Suasana penuh haru yang terbalut dalam prosesi sungkeman mewarnai kegiatan pelepasan siswa-siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Buluspesantren Tahun Ajaran 2024/2025 pada Senin, 5 Mei 2025. Sebanyak 174 siswa Kelas XII resmi dilepas oleh Kepala SMA Negeri 1 Buluspesantren, Trisni Atmawati, S.Si.,vM.Si. dalam momentum sakral yang menjadi titik awal perjalanan dan petualangan baru menuju dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun wirausaha.
Pelepasan siswa Kelas XII berlangsung di lapangan apel SMA Negeri 1 Buluspesantren. Prosesi diawali dengan penjemputan sekaligus pengalungan Samir kepada perwakilan kelas XII oleh Wakil Kepala SMA Negeri 1 Buluspesantren Bidang Humas. Siswa Kelas XII diiringi Lagu Indonesia Pusaka sebagai ungkapan rasa cinta tanah air memasuki lapangan apel bersama dengan Pasukan Pengibar Bendera.
Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Buluspesantren. Tanda kelas dan titik lokasi yang ada pada seragam, serta topi upacara yang dikenakan oleh Muhammad Ramdani Hamid dan Oryza Windu Anita sebagai perwakilan kelas XII dilepas oleh Trisni Atmawati, S.Si., M.Si. Acara dilanjutkan dengan penyerahan siswa-siswi Kelas XII oleh kepala sekolah kepada orang tua wali siswa. Puncak momentum pelepasan siswa kelas XII ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh kepala sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, dan perwakilan orang tua. Momentum ini melambangkan doa dan harapan para guru dan orang tua pada kebebasan, kemerdekaan, dan harapan lulusan Kelas XII untuk terus mengejar mimpi dan cia-cita.
Dalam amanat apel, Kepala SMA Negeri 1 Buluspesantren menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa kelas XII, “Pendidikan adalah bekal terbaik untuk perjalanan hidup. Anak-anakku kelas XII yang saya cintai, hari ini kita bersama-sama melaksanakan pelepasan kalian setelah menyelesaikan pendidikan di Smansatren tercinta. Sekolah adalah tempat menimba ilmu pendidikan sebagai bekal masa depan. Tak lupa juga doa bapak ibu guru serta orang tua sebagai tongkat penuntun kalian menuju keberkahan dan kemuliaan. Teruslah belajar dan mengembangkan diri, dan jangan pernah menyerah untuk mencapai kesuksesan. ”Selain itu, dalam amanatnya, Trisni Atmawati, S.Si., M.Si pun turut mengajak siswa-siswi kelas XII untuk dapat menyumbangkan seragam sekolah yang sudah tidak terpakai lagi kepada adik-adik kelas X dan XI.
Penghargaan diberikan kepada 3 siswa terbaik Kelas XII yaitu Anggia Cahyaningsih, Lusi Ahnafi Fauzia, Faridah Rahmawati, dan 12 siswa yang lolos SNBP 2025 yaitu Nurul Mustofa (Unsoed), Nafisatul Munafisah (Untidar), Marga Hikmat Salam (Unsoed), Azizahtul Nabyla (UNY), Ajeng Widyaningrum (UPN Veteran Yogyakarta), Ridha Ramadhan Brata (Universitas Negeri Malang), Wula Ayu Febriana (Untidar), Putri Dwi Maulida (Universitas Brawijaya), Fitri Ramadhani (Unsoed), Pasya Vikri (Unsoed), Nia Alfianti (Untidar), dan Meida Cahyaningtyas (Untidar). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan bangga.
Penyampaian kesan pun disampaikan oleh perwakilan wali siswa Kelas XII, Bapak Kusnan, kemudian dilanjutkan penyampaian kesan oleh Ahmad Daffa Al Ghifari selaku perwakilan calon lulusan Kelas XII. Komitmen calon lulusan SMA Negeri 1 Buluspesantren tertera pada pembacaan ikrar yang disampaikan langsung oleh Lusi Ahnafi Fauza sebagai perwakilan kelas XII diikuti oleh seluruh calon lulusan.
Rangkaian acara pelepasan siswa kelas XII ditutup dengan prosesi sungkeman sebagai cermin pendidikan karakter dan bentuk implementasi hasthalaku adipangastuti. Dengan penuh haru dan bangga, siswa kelas XII meraih tangan orang tua, mengucapkan terimakasih, dan menyambut usapan tangan lembut bapak ibu, sembari memohon maaf dan doa untuk kesuksesan masa depan. Banyak siswa meneteskan air matanya usai sungkem kepada orang tua masing-masing. Prosesi sungkem dilanjutkan sayonara dengan wali kelas masing-masing. Tak kalah haru dan semangat, siswa-siswi Kelas X dan XI turut memberikan apresiasi berupa pemberian buket bunga kepada kakak kelas XII. Ikatan bunga itu menjadi bentuk ucapan terima kasih atas pengalaman yang telah diberikan kepada siswa kelas X dan XI sebagai adik kelas.
Prosesi sungkeman yang menjadi penutup acara pelepasan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa hormat, kasih sayang, dan tanggung jawab kepada orang tua dan bapak ibu guru di dalam diri lulusan Smansatren. Sejalan dengan jargon Smansatren, harapannya siswa-siswi Kelas XII dapat menjadi lulusan yang sukses dan maju berkarakter, Smansatren! Maju Berkarakter! (Red)




