Smansatren Tumbuh Sehat Tanpa Napza
Senin, 09 Februari 2026 15:15
(Buluspesantren, 9 Februari 2026)) SMA Negeri 1 Buluspesantren menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan NAPZA pada Senin, 9 Februari 2026, di aula sekolah, yang diikuti oleh siswa-siswi kelas X–XI. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMA Negeri 1 Buluspesantren bersama sama. Kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar tentang bahaya NAPZA serta dampaknya bagi kesehatan dan masa depan. Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari pihak tenaga kesehatan/pukesmas serta pihak kepolisian Buluspesantren yang menyampaikan materi edukatif sebagai upaya pencegahan sejak dini di lingkungan sehat.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Buluspesantren, Trisni Atmawati, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan NAPZA ini sangat penting bagi peserta didik sebagai upaya pembentukan karakter dan perlindungan generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan. Beliau berharap melalui kegiatan ini, para siswa dapat memperoleh pengetahuan yang benar mengenai bahaya NAPZA, meningkatkan kesadaran diri, serta mampu mengambil sikap tegas untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat terlarang. Ia juga menekankan pentingnya peran siswa sebagai pelajar yang cerdas, berakhlak, dan bertanggung jawab demi menjaga masa depan diri sendiri, keluarga, dan bangsa.beliau berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai jenis-jenis NAPZA, dampak yang ditimbulkan, serta konsekuensi hukum yang menyertainya. Dengan adanya sosialisasi ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran diri, memperkuat karakter, serta memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan NAPZA.Ibu Trisni Atmawati juga menekankan pentingnya peran sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar dalam membimbing serta mengawasi siswa agar tetap berada pada jalur yang positif. Ia mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan kegiatan sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh sebagai bekal pengetahuan dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia.
Narasumber dari petugas kepolisian menjelaskan tentang pengertian NAPZA, jenis-jenisnya, serta dampak negatif yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan zat terlarang tersebut. Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa penyalahgunaan NAPZA dapat merusak kesehatan fisik dan mental, mengganggu konsentrasi belajar, serta berpotensi menghancurkan masa depan generasi muda. Selain itu, pihak kepolisian juga menyampaikan konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku penyalahgunaan maupun peredaran NAPZA sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui materi ini, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang kuat serta kesadaran hukum agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA.
Penyalahgunaan NAPZA sering berawal dari rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan pergaulan, serta kurangnya pemahaman tentang bahaya yang ditimbulkan. Penyalahgunaan NAPZA dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik seperti menurunnya daya tahan tubuh, gangguan sistem saraf, serta kerusakan organ vital. Selain itu, dari sisi mental dan psikologis, pengguna NAPZA dapat mengalami perubahan perilaku, emosi yang tidak stabil, sulit berkonsentrasi, hingga menurunnya prestasi belajar bahkan merusak masa depan generasi muda dan menghambat cita-cita yang ingin diraih. Tidak hanya berdampak pada individu, tetapi penggunaan Napza juga berdampak pada keluarga dan lingkungan sekitar. Hubungan sosial dapat terganggu, kepercayaan orang tua hilang, serta berpotensi menimbulkan permasalahan hukum. Oleh karena itu, siswa diimbau untuk lebih selektif dalam memilih pergaulan dan berani menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang.
Dari sisi edukasi kesehatan, pihak Puskesmas, menjelaskan dampak NAPZA terhadap kesehatan tubuh, seperti gangguan pada sistem saraf, organ vital, serta pengaruhnya terhadap kesehatan mental dan emosional remaja. Pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, memilih pergaulan yang positif, serta cara menghindari pengaruh negatif lingkungan hal penting yang harus diperhatikan. Narasumber dari Puskesmas menyampaikan materi mengenai NAPZA dan kebiasaan merokok sebagai bagian dari pembahasan zat adiktif yang sering ditemui di lingkungan masyarakat. Rokok mengandung nikotin serta berbagai zat kimia hasil pembakaran yang dapat memengaruhi kerja organ tubuh, khususnya sistem pernapasan dan peredaran darah. Kebiasaan merokok dapat menimbulkan ketergantungan dan berdampak pada kondisi kesehatan dalam jangka waktu tertentu. Zat ini yang memiliki pengaruh terhadap sistem saraf pusat sehingga dapat menimbulkan perubahan pada kondisi fisik, mental, dan perilaku penggunanya.
Kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan NAPZA ini memberikan kesan yang sangat positif. Penyampaian materi dari para narasumber berlangsung dengan jelas dan terstruktur, sehingga kegiatan dapat diikuti dengan baik. Suasana acara berjalan tertib dan kondusif, membuat peserta lebih fokus dalam menyimak setiap penjelasan yang disampaikan juga memiliki nilai penting bagi peserta. Kepedulian sekolah bersama instansi terkait dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman me mendukung sekolah menuju karakter peserta didik . (Tim 5-Smansatren Maju Berkarakter)




