Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen, Desa Waluyo, Kec. Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah 54391 | 0287 388 3961 / ( 0831-0292-2333 ) | buluspesantrensman(at)gmail.com

UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL 2024

Rabu, 22 Mei 2024 09:30


UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL 2024

Buluspesantren – Senin 20 Mei 2024, SMA Negeri 1 Buluspesantren mengadakan upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ( Harkitnas ) ke-116 di lapangan sekolah. Dengan diikuti oleh seluruh unsur sekolah, baik guru, karyawan dan siswa, upacara dimulai pada pukul 07.00 WIB, sebagai pembina upacara Ibu Sri Wahyuningsih, S.Si,M.Pd, guru SMA Negeri 1 Buluspesantren. Upacara berlangsung tertib dan hikmah, dengan petugas upacara dari kelas XI.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren.

Dalam amanatnya, Sri Wahyuningsih membacakan pidato dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Budi Arie Setiadi. Dalam pidatonya, Menkominfo mengenang dan mengingatkan kembali sejarah tentang Kebangkitan Nasional yang dimulai dengan lahirnya Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan suatu organisasi modern yang menjadi tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priyayi atau bukan.

Dalam pidatonya Bapak Menteri, juga disebutkan bahwa embrio Indonesia lahir dari keragaman pikiran para “kaum muda” , karena di tangan kaum muda terdidik inilah cita-cita kemerdekaan dan kebebasan dirumuskan dan diperjuangkan. Ditegaskan juga bahwa alam kemerdekaan hanya bisa dicapai jika manusia setara dan bebas. Manusia yang bebas dan setara hany dimungkinkan jika manusia tersebut terpelajar dan berpendidikan. Dari merekalah semangat kebangkitan nasional lahir dan merupakan penanda lahirnya zaman baru, pencetus cara berpikir baru yang akhirnya semangat kebangkitan nasional ini yang merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia.

Bahwa kita hari ini berada dalam fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dicanangkan para pendiri bangsa. Diingatkan juga bahwa perjuangan sekarang berbeda dengan seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan pelaung baru denagn adanya kemajuan teknologi sebagai penanda zaman baru. Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap harinya denagn kecepatan bak lompatan kuantum, perubahan yang demikian pesat, teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia, seoalh dunia mengerdil, semua mendekat, terpampang didepan mata, jarak bagai taklagi relevan, kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara.

Bonus demografi yang menunjukkan bagaiman 60% penduduk Indnesia dalam dua dekade inimenjadi tenaga usia produktif siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi, harus dikelola denagn bijaksana. Potensi-potensi yang ada akan mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh dikisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045. Kebangkitan kedua ini merupakan momen terpenting dan kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, percaya diri dan keyakinan.

Diakhir amanatnya, Sri Wahyuningsih mengajak peserta upacara menjadikan kebangkitan nasional sebagai momentum untuk melakukan perubahan menuju Indonesia Emas 2045. Jadikan semangat kebangkitan nasional untuk bersatupadu, bahu membahu membangun bangsa Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera. Bagi Siswa untuk terus belajar dan belajar untuk masa depan yang lebih baik.(Red)

 
Rakhmat Adilaksana Putra | Berita

Artikel Terkait

Tambah Komentar

Komentar

Komentar tidak ditemukan